Logo ITB RAKSHABENA 26
  • Beranda
  • Mengenal Gerakan Latar Belakang Tema & Nilai Kegiatan
  • Data & Riset Perspektif Geodesi WebGIS
  • Rangkaian Acara
  • Organogram & Arah Gerak
  • Galeri
Aksi Angkatan Teknik Geodesi dan Geomatika ITB 2025

Pencerdasan Mitigasi Penurunan Tanah dan Longsor di Baleendah

Gerakan membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat. Karena setiap tindakan, sekecil apa pun, akan berdampak besar bagi keselamatan kita bersama

Jelajahi Peta Penurunan Tanah Organogram dan Arah Gerak
Konteks & Arah Gerak

Latar Belakang

Cekungan Bandung menghadapi salah satu persoalan lingkungan yang kerap luput dari perhatian: penurunan muka tanah (land subsidence). Fenomena ini bukan sekadar perubahan permukaan tanah secara alami, tetapi ancaman yang berlangsung perlahan dan dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat.

Beberapa wilayah di Cekungan Bandung mengalami penurunan muka tanah dengan laju rata-rata sekitar 8 cm per tahun, bahkan ada yang mencapai 23 cm per tahun. Jika terus berlangsung, penurunan muka tanah dapat meningkatkan kerentanan wilayah terhadap berbagai permasalahan lingkungan, bencana lain, serta kerugian ekonomi.

Land subsidence perlu dipandang sebagai silent disaster, yaitu ancaman yang berkembang secara perlahan tetapi berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan dan keselamatan masyarakat Cekungan Bandung.

Karena itu, Teknik Geodesi dan Geomatika ITB ’25 hadir melalui aksi angkatan RAKSHABENA '26 sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap isu penurunan muka tanah. Melalui kegiatan ini, kami berupaya menghubungkan keilmuan geodesi dan geomatika dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mewujudkan peran mahasiswa dalam Tridharma Perguruan Tinggi.

Ilustrasi Penurunan Tanah di Baleendah

Bangunan rusak akibat penurunan muka tanah di Desa Cibedug, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia, pada 4 Maret 2024. (Foto: Xinhua)

01

Pendidikan dan Pengajaran

Mempelajari dan mendalami fenomena land subsidence dan tanah longsor secara keilmuan geodesi dan geomatika.

02

Penelitian dan Pengembangan

Memanfaatkan keilmuan geodesi dan geomatika untuk memetakan wilayah rawan serta mengidentifikasi potensi bahaya sebagai dasar mitigasi.

03

Pengabdian kepada Masyarakat

Mengubah pengetahuan menjadi aksi nyata melalui pemetaan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh.

Tema Kegiatan

Tema & Nilai Kegiatan

Aksi Angkatan ini bertemakan The Butterfly Effect: Setiap Tindakan Akan Berdampak dengan nama acara yaitu Rakshabena. Melalui tema ini, Aksi Angkatan diarahkan agar setiap individu, dengan berbekal keilmuan geodesi, dapat mengambil peran sebagai pelopor mitigasi, serta membangun kesadaran bahwa tindakan sekecil apa pun akan memicu dampak besar bagi keselamatan dan kebaikan bersama.

01

Meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dan masyarakat di area kajian mengenai fenomena land subsidence dan perannya dengan potensi bencana longsor.

02

Menumbuhkan kesadaran siswa sekolah dan masyarakat di area kajian terhadap risiko land subsidence dan longsor melalui kampanye edukatif.

03

Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi longsor melalui pemasangan tanda peringatan di area-area rawan longsor.

Rangkaian Acara

Gerak Bersama untuk Mitigasi

Aksi angkatan akan dilaksankan pada tanggal 27-29 Agustus 2026, mencakup beberapa kegiatan seperti di bawah ini

KEPAK (Kegiatan Pencerdasan Aksi Kelas) - 27-28 Agustus 2026

Kegiatan KEPAK berfokus pada sesi pemaparan materi yang informatif dan komprehensif untuk memperluas wawasan siswa sekolah di area kajian.

KIMPUL (Kupas Isu Mitigasi Punya Langkah) - 27-28 Agustus 2026

Sesi KIMPUL menghadirkan pemaparan visualisasi peta, titik area beresiko longsor, lengkap dengan sesi tanya jawab (QnA) interaktif.

REAKSI (Remaja Tanggap Aksi Mitigasi Banjir) - 27-28 Agustus 2026

Program REAKSI mengajak peserta untuk aktif dan bergembira melalui tiga sesi permainan (Games) yang seru dan membangun kekompakan.

GEMPA (Gerakan Edukasi Mitigasi dan Peduli Aksi) - 29 Agustus 2026

Merupakan kegiatan pemaparan materi guna mengedukasi masyarakat umum secara langsung.

GEMPITA (Gerakan Mitigasi Peduli Tanah) - 29 Agustus 2026

Rangkaian acara GEMPITA berisi pemaparan materi, sesi QnA, simulasi evakuasi, bagi masyarakat di area kajian.

Kajian Keilmuan

Perspektif Geodesi & Geomatika

Geodesi berperan penting dalam fenomena ini untuk terus memantau pergerakan tanah yang terjadi, sehingga dapat diambil langkah mitigasi yang tepat

Mengukur yang Tak Terlihat

Teknik Geodesi dan Geomatika berperan dalam memantau penurunan muka tanah melalui berbagai teknologi geospasial. Survei GNSS/GPS digunakan untuk mengukur perubahan posisi vertikal titik pantau secara berkala, sementara InSAR memanfaatkan citra radar satelit untuk mendeteksi deformasi permukaan tanah dalam cakupan wilayah yang luas.

Kedua metode tersebut dapat diintegrasikan untuk menghasilkan informasi pergerakan tanah yang lebih akurat dan menyeluruh. Selanjutnya, Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk mengolah dan menganalisis informasi spasial, termasuk pemetaan risiko, identifikasi wilayah terdampak, serta mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.

Citra Satelit InSAR Memetakan deformasi permukaan tanah dalam cakupan area yang luas.
Pengamatan GNSS Mengukur perubahan elevasi secara presisi pada titik-titik pantau.
Analisis SIG Mengolah data spasial untuk memetakan risiko dan mendukung mitigasi.

Studi Kasus: Bandung Raya

Cekungan Bandung, khususnya kawasan Bandung Selatan, merupakan salah satu wilayah yang mengalami penurunan muka tanah dengan intensitas yang beragam. Hasil pengukuran GNSS pada periode 2016–2023 menunjukkan laju penurunan sekitar 1,4–13 cm per tahun, sementara pengukuran InSAR mencatat laju sekitar 0,6–12 cm per tahun. Kondisi ini tidak terlepas dari karakteristik geologi Cekungan Bandung yang didominasi endapan aluvium dan lempung lunak, sehingga permukaan tanah relatif mudah mengalami kompresi.

Fenomena tersebut juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia, terutama pengambilan air tanah, perkembangan kawasan perkotaan, pembangunan, dan perubahan tutupan lahan. Secara historis, beberapa wilayah seperti Cimahi, Dayeuhkolot, dan Rancaekek bahkan tercatat mengalami penurunan hingga sekitar 12–24 cm per tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa penurunan muka tanah bukan fenomena yang seragam, melainkan memiliki pola dan tingkat intensitas berbeda di setiap wilayah, sehingga pemantauan berkelanjutan menjadi penting untuk mendukung mitigasi dan perencanaan wilayah.

Selain menjadi persoalan tersendiri, fenomena penurunan muka tanah juga dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingkat risiko longsor di suatu wilayah. Bersama dengan faktor lain seperti kelerengan, tutupan lahan, curah hujan, dan kondisi litologi, perubahan dan deformasi permukaan tanah dapat memengaruhi kestabilan lereng serta tingkat kerentanan suatu kawasan terhadap longsor.

Geospatial Awareness

WebGIS Tingkat Risiko Longsor

Berikut adalah peta mengenai tingkat risiko longsor di Kecamatan Baleendah berdasarkan beberapa faktor, yakni kelerengan, tutupan lahan, curah hujan, dan kondisi litologi.

RAKSHABENA 26 Organogram & Arah Gerak
Kembali ke Beranda
Arah Gerak

Visi & Misi Aksi Angkatan

Sebagai panduan arah gerak RAKSHABENA 26, Visi dan Misi ini disusun agar seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Visi

Visi Angkatan

Terwujudnya Teknik Geodesi dan Geomatika ITB 2025 sebagai kesatuan angkatan yang dapat memberi kontribusi nyata melalui wadah pengabdian masyarakat berbasis keilmuan Teknik Geodesi dan Geomatika demi perwujudan amanat konstitusional mahasiswa dan kesejahteraan masyarakat.

01

Internalisasi Tanggung Jawab

Menginternalisasi Tanggung Jawab Konstitusional dan Orientasi Keilmuan untuk Keberlanjutan Bangsa.

02

Pelaksanaan Tridharma

Mewujudkan Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi secara Seimbang melalui Pengabdian Masyarakat.

03

Peran Agent of Change

Mengorganisasi Peran Agent of Change melalui Wadah Aksi Angkatan Berbasis Keilmuan.

Struktur Kepanitiaan

Organogram RAKSHABENA 26

Struktur kepanitiaan ini dibentuk untuk memastikan seluruh elemen aksi angkatan berjalan dengan terkoordinasi, efisien, dan efektif dalam mencapai tujuan RAKSHABENA 26.

Ketua Pelaksana
Sekretaris Umum
Bendahara Umum
Ketua Divisi Perizinan
Staff MSDM
Divisi Riset & Kajian
Divisi Manajemen Acara
Divisi Sponsorship
Divisi Entrepreneurship
Divisi Logistik
Divisi Akomodasi
Divisi Konsumsi
Divisi Humas Internal
Divisi Humas Eksternal
Divisi Grafis
Divisi Publikasi & Dokumentasi
Divisi Keamanan
Divisi Medik
RAKSHABENA 26 Galeri & Dokumentasi Kegiatan
Kembali ke Beranda
Dokumentasi

Galeri Kegiatan

Dokumentasi dan rekap rangkaian kegiatan aksi angkatan yang dilaksanakan pada tanggal 27-29 Agustus 2026

1500+ Peserta terlibat
4 Lokasi Kegiatan
124 Massa TGG 25 Terlibat
5 Jenis Kegiatan

Dokumentasi Kegiatan

Lokasi 01 • Kegiatan Lapangan Dokumentasi 01
Lokasi 02 • Kegiatan Edukasi Dokumentasi 02
Lokasi 03 • Kegiatan Kolaboratif Dokumentasi 03
Dokumentasi Pendukung Dokumentasi 04
Dokumentasi Pendukung Dokumentasi 05
Dokumentasi Pendukung Dokumentasi 06
Dokumentasi Pendukung Dokumentasi 07
Dokumentasi Pendukung Dokumentasi 08
Dokumentasi Pendukung Dokumentasi 09
Dokumentasi Pendukung Dokumentasi 10
Dokumentasi Pendukung Dokumentasi 11
Dokumentasi Pendukung Dokumentasi 12
Dokumentasi Pendukung Dokumentasi 13
Dokumentasi Pendukung Dokumentasi 14
Dokumentasi Pendukung Dokumentasi 15
RAKSHABENA 26

Wadah Aksi Angkatan Teknik Geodesi dan Geomatika ITB 2025 yang bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam upaya edukasi, pemetaan, dan mitigasi risiko penurunan muka tanah serta longsor di kawasan Cekungan Bandung.

Sponsored by
Sponsor 1 Sponsor 2 Sponsor 3

Navigasi

  • Beranda
  • Organogram & Arah Gerak
  • Latar Belakang
  • Tema & Nilai
  • Perspektif Geodesi
  • Rangkaian Acara
  • WebGIS
  • Galeri

Kontak kami

  • elvitafelicia: +62 81265857220
  • jazzysatriani: +62 83811045901
  • Instagram: @rakshabena_
© 2026 RAKSHABENA 26 - Teknik Geodesi dan Geomatika ITB